Berikut Ulasan Singkat tentang ilmu
Statistika untuk materi kuliah semester VI
1. Pengertian Statistik
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka (Ir. M. Iqbal Hasan,. M.M)
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka (Ir. M. Iqbal Hasan,. M.M)
2. Pengertian Statistika
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
3. Pengertian Statistika Pendidikan
Statistika pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan, dalam rangka mengumpulkan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka.
Statistika pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan, dalam rangka mengumpulkan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka.
4. Pengertian Data Statistik
Data statistik adalah kumpulan keterangan atau fakta yang menjelaskan mengenai suatu persoalan. Ciri khas Statistik dibagi atas 3 macam yaitu:
Data statistik adalah kumpulan keterangan atau fakta yang menjelaskan mengenai suatu persoalan. Ciri khas Statistik dibagi atas 3 macam yaitu:
a. Statistik selalu bekerja dengan angka
atau bilangan
b. Statistik bersifat objektif
c. Statistik bersifat universal
5. Contoh Macam-macam Data
Berdasarkan sifatnya:
Berdasarkan sifatnya:
§
Data
kualitatif, yaitu data yang berupa
kategori. Contoh: rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal dan sebagainya.
§
Data
kuantitatif, yaitu data yang
berbentuk bilangan atau angka. Contoh: 1 m, 2 m, 3 meja, 1 kursi dan
sebagainya.
Berdasarkan bentuk data kuantitatif:
§
Data
diskrit, yaitu data yang
diperoleh dari hasil perhitungan. Contoh: Banyaknya perserta kuliah hari ini,
Banyak pengunjung pada sebuah Plaza, Penghuni rumah no. 12, dan sebagainya.
§
Data
kontinu, yaitu data yang
diperoleh dari hasil pengukuran. Contoh: Jarak tempuh dari rumah ke kampus
(km), Hasil Panen Petani A (ton), Prestasi belajar mahasiswa B (IPK),
Keterampilan pegawai C (menit).
Berdasarkan Skala Pengukuran:
§
Nominal. Skala nominal merupakan skala data yang sangat sederhana,
dimana angka yang dicantumkan hanya untuk mengklasifikasikan. Variable (data
yang dapat berubah-rubah nilainya) yang datanya merupakan bersekala nominal
disebut variabel nominal.
§
Ordinal. Data ordinal adalah data yang diperoleh dengan
kategorisasi, dimana angka-angka yang dicantumkan merupakan pembeda juga
menunjukan adanya urutan tingkatan yang berdasarkan criteria tertentu.
Ciri-ciri data berskala nominal, yaitu:
1.
Angka yang dicantumkan
digunakan sebagai tanda pembeda saja dari data yang posisinya stara
2.
Tidak berlaku operasi
matematik, seperti: >,Data jenis kelamin: pria di beri tanda 1, perempuan
diberi tanda 2; Data mata
pencaharian: buruh diberi tanda 1, pegawai negeri diberi tanda 2,
pengusaha diberi tanda 3; Kode pos:
kecamatan A diberi tanda 45391, kecamatan B diberi tanda 45392 dan kecamatan C
diberi tanda 45393. Dari contoh tersebut kita tidak bisa menyatakan bahwa pria
lebih rendah dari perempuan dan begitu pula sebaliknya. Dengan tanda pria =1
tidak berlaku perhitungan +,- atau /. Misal pria (1) + pria (1) tidak mungkin
menghasil 2 adalah perempuan. Penjelasan yang sama untuk contoh kode pos,
missal kode pos 45391 dan 45396 itu hanya membedakan tempat saja.
Ciri-ciri skala ordinal, yaitu :
1.
Angka yang dicantumkan
digunakan sebagai tanda pembeda serta menyatakan tingkatan data saja.
2.
Tidak berlaku opersi
matematik (X, -, /, + dan ^). Contoh: Data tentang tingkat pendidikan:lulusan SD diberi tanda 1, lulusan
SMP diberi tanda 2, lulusan SMU diberi tanda 3, lulusan D-1 diberi tanda 4,
lulusan D-2 diberi tanda 5, lulusan S-0 diberi tanda 6, lulusan S-1 diberi
tanda 7. Dari contoh tersebut kita hanya dapat menyatakan bahwa tingat pendikan
seseorang lebih rendah atau tinggi saja. Tidak berlaku bahwa seseorang lulusan
SMP yang mempunyai ijazah SD = 1 dan ijazah SMP =2 menjadi seseorang lulusan
SMU yang diberi tanda 3.
§
Interval. Data skala interval adalah data yang diperoleh dari
hasil pengukuran yang tidak mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Suhu 0C – 100C
atau 32F – 212F
§
Rasio. Data skala rasio adalah data yang diperoleh dari hasil
perhitungan yang mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Misalnya jumlah buku
adalah 5 jika ada 5 buku, maka dinyatakan nilainya 5 dan jika tidak ada buku
,maka nilainya dinyatakan 0.
Berdasarkan sumbernya:
§
Data
Intern, yaitu data dalam
lingkungan sendiri. Contohnya: data pribadi, spesifikasi produk, beban biaya
produksi, kualitas produk dan sebagainya.
§
Data
Ekstern, yaitu data yang diperoleh
dari pihak atau sumber lain, sehingga berdasarkan sumbernya, data ekstern
terbagi menjadi dua bagian lagi, yaitu:
§
Data
Ekstern Primer, yaitu data pihak
lain yang langsung dikumpulkan oleh peneliti itu sendiri. Contoh: Peneliti
mencatat kapasitas produksi produk c di pabrik A, peneliti mencatat kualitas
produk di pabarik A, peneliti mencatat penghasilan bulanan pegawai Pabrik A,
Peneliti mencatat prestasi akademik mahasiswa Jurusan A.
§
Data
Ekstern Sekunder, yaitu data dari pihak
lain yang dikumpulkan melalui sebuah perantara lagi, lengkapnya data ekstern
sekunder adalah mengambil atau menggunakan, sebagian atau seluruh data dari
sekumpulan data yang telah dicatat atau dilaporkan oleh badan atau orang lain.
Contoh: Peneliti mencatat data kualitas produk C dari hasil laporan peneliti
lainnya untuk diterapkan dalam contoh aplikasi metode barunya tersebut.
6. Cara-cara Pengumpulan Data
Ada beberapa macam cara-cara pengumpulan data antara lain yaitu:
a. Angket (Kuesionare)
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan permasalahan penelitian. Menurut Masri Singarimbum, pada penelitian survai, penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan diangkakan (kuantifikasi), disusun tabel-tabel dan dianalisa secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.
Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah (a) untuk memperoleh informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian, dan (b) untuk memperoleh informasi dengan reliabel dan validitas yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kuesioner, pertanyaan-pertanyaan yang disusun harus sesuai dengan hipotesa dan tujuan penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto, sebelum kuesioner disusun memperhatikan prosedur sebagai berikut:
Ada beberapa macam cara-cara pengumpulan data antara lain yaitu:
a. Angket (Kuesionare)
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan permasalahan penelitian. Menurut Masri Singarimbum, pada penelitian survai, penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan diangkakan (kuantifikasi), disusun tabel-tabel dan dianalisa secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.
Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah (a) untuk memperoleh informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian, dan (b) untuk memperoleh informasi dengan reliabel dan validitas yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kuesioner, pertanyaan-pertanyaan yang disusun harus sesuai dengan hipotesa dan tujuan penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto, sebelum kuesioner disusun memperhatikan prosedur sebagai berikut:
§
Merumuskan tujuan yang
akan dicapai dengan kuesioner.
§
Mengidentifikasikan
variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
§
Menjabarkan setiap
variabel menjadi sub-sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
§
Menentukan jenis data
yang akan dikumpulkan, sekaligus unit analisisnya.
Contoh Angket
1.
Angket Terbuka, yaitu
angket dimana responden diberi kebebasan untuk menjawab
Contoh: Metode apa yang
digunakan oleh Bapak/ibu dalam pengajaran PAI dikelas?
a………………….
b………………….
c………………….
d………………….
a………………….
b………………….
c………………….
d………………….
1.
Angket Tertutup,
apabila jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti.
Contoh: Apakah Bapak/Ibu
senantiasa memeriksa hasil pekerjaan anak dikelas?
a. Selau
b. Sering
c. Jarang sekali
a. Selau
b. Sering
c. Jarang sekali
1.
Angket semi terbuka,
yaitu jawaban pertanyaan sudah diberikan oleh peneliti, tetapi diberi
kesempatan untuk menjawab sesuai kemauan responden
Contoh: Apa metode
yang Bapak?Ibu gunakan dalam pengajaran PAI
a. Diskusi
b. Ceramah
c. …………
a. Diskusi
b. Ceramah
c. …………
b. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Ditinjau dari sasaran atau obyek yang akan dievaluasi, ada beberapa macam tes dan alat ukur yaitu:
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Ditinjau dari sasaran atau obyek yang akan dievaluasi, ada beberapa macam tes dan alat ukur yaitu:
1.
Tes kepribadian atau personality
test, yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang,
seperti self–concept, kreativitas, disiplin, kemampuan khusus, dan
sebagainya.
2.
Tes bakat atau abtitude
test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat
seseorang.
3.
Tes intelegensi atau intellegence
test, yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan
terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas
kepada orang yang akan diukur intelegensinya.
4.
Tes sikap atau attitude
test, yang sering disebut dengan istilah kala sikap, yaitu alat yang
digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
5.
Tes minat atau measures
test yaitu tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang
terhadap sesuatu.
6.
Tes prestasi atau achievement
test yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang
setelah mempelajari sesuatu.
c. Wawancara
Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Oleh karena itu dalam pelaksanaan wawancara diperlukan ketrampilan dari seorang peneliti dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam mewawancarai, motivasi yang tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut dalam menyampaikan wawancara. Seorang peneliti juga harus bersikap netral, sehingga responden tidak merasa ada tekanan psikis dalam memberikan jawaban kepada peneliti.
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Oleh karena itu dalam pelaksanaan wawancara diperlukan ketrampilan dari seorang peneliti dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam mewawancarai, motivasi yang tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut dalam menyampaikan wawancara. Seorang peneliti juga harus bersikap netral, sehingga responden tidak merasa ada tekanan psikis dalam memberikan jawaban kepada peneliti.
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
1.
Pedoman wawancara tidak
terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan
ditanyakan. Dalam hal ini perlu adanya kreativitas pewawancara sangat
diperlukan, bahkan pedoman wawancara model ini sangat tergantung pada
pewawancara.
2.
Pedoman pewawancara
terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga
menyerupai chek-list. Pewawancara hanya tinggal memberi tanda v (check).
Dalam pelaksanaan
penelitian dilapangan, wawancara biasanya wawancara dilaksanakan dalam bentuk
”semi structured”. Dimana interviwer menanyakan serentetan pertanyaan yang
sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam dalam menggali
keterangan lebih lanjut. Dengan model wawancara seperti ini, maka semua
variabel yang ingin digali dalam penelitian akan dapat diperoleh secara lengkap
dan mendalam.
Menurut Nasution, ada beberapa hal yang dapat ditanyakan dalam wawancara, antara lain: pengalaman, pendapat, perasaan, pengetahuan, pengeinderaan dan latar belakang pendidikan.
Dalam pelaksanaan wawancara, sering kita temukan dilapangan adanya perbedaan persepsi pandangan tentang hal-hal tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian, antara peneliti dengan orang yang diwawancarai. Berdasar hal tersebut, yang perlu diketahui bahwa dalam penelitian kualitatif naturalistik, ada dua istilah yaitu informasi emic dan etic. Informasi emic adalah informasi yang berkaitan dengan bagaimana pandangan responden terhadap dunia luar berdasar perspektifnya sendiri, sedangkan yang berdasar perspektif peneliti disebut informasi etic.
Menurut Nasution, ada beberapa hal yang dapat ditanyakan dalam wawancara, antara lain: pengalaman, pendapat, perasaan, pengetahuan, pengeinderaan dan latar belakang pendidikan.
Dalam pelaksanaan wawancara, sering kita temukan dilapangan adanya perbedaan persepsi pandangan tentang hal-hal tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian, antara peneliti dengan orang yang diwawancarai. Berdasar hal tersebut, yang perlu diketahui bahwa dalam penelitian kualitatif naturalistik, ada dua istilah yaitu informasi emic dan etic. Informasi emic adalah informasi yang berkaitan dengan bagaimana pandangan responden terhadap dunia luar berdasar perspektifnya sendiri, sedangkan yang berdasar perspektif peneliti disebut informasi etic.
d. Dokumen
Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.
Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan statistik. Dengan menggunakan foto akan dapat mengungkap suatu situasi pada detik tertentu sehingga dapat memberikan informasi deskriptif yang berlaku saat itu. Foto dibuat dengan maksud tertentu, misalnya untuk melukiskan kegembiraan atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan situasi psikologis lainya. Foto juga dapat menggambarkan situasi sosial seperti kemiskinan daerah kumuh, adat istiadat, penderitaan dan berbagai fenomena sosial lainya.
Selain foto, bahan statistik juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.
Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan statistik. Dengan menggunakan foto akan dapat mengungkap suatu situasi pada detik tertentu sehingga dapat memberikan informasi deskriptif yang berlaku saat itu. Foto dibuat dengan maksud tertentu, misalnya untuk melukiskan kegembiraan atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan situasi psikologis lainya. Foto juga dapat menggambarkan situasi sosial seperti kemiskinan daerah kumuh, adat istiadat, penderitaan dan berbagai fenomena sosial lainya.
Selain foto, bahan statistik juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.
e. Observasi
Agar observasi yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat.
Seorang peneliti harus melatih dirinya untuk melakukan pengamatan. Banyak yang dapat kita amati di dunia sekitar kita dimanapun kita berada. Hasil pengamatan dari masing-masing individu akan berbeda, disinilah diperlukan sikap kepekaan calon peneliti tentang realitas diamati. Boleh jadi menurut orang lain realitas yang kita amati, tidak memiliki nilai dalam kegiatan penelitian, akan tetapi munurut kita hal tersebut adalah masalah yang perlu diteliti.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan adalah observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.
Menurut Nasution, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi, antara lain:
Agar observasi yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat.
Seorang peneliti harus melatih dirinya untuk melakukan pengamatan. Banyak yang dapat kita amati di dunia sekitar kita dimanapun kita berada. Hasil pengamatan dari masing-masing individu akan berbeda, disinilah diperlukan sikap kepekaan calon peneliti tentang realitas diamati. Boleh jadi menurut orang lain realitas yang kita amati, tidak memiliki nilai dalam kegiatan penelitian, akan tetapi munurut kita hal tersebut adalah masalah yang perlu diteliti.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan adalah observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.
Menurut Nasution, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi, antara lain:
1.
Harus diketahu dimana
observasi dapat dilakukan, apakah hanya ditempat-tempat pada waktu tertentu
atau terjadi diberbagai lokasi?
2.
Harus ditentukan
siapa-siapa sajakah yang dapat diobservasi, sehingga benar-benar representatif?
3.
Harus diketahui dengan
jelas data apa yang harus dikumpulkan sehingga relevan dengan tujuan
penelitian.
4.
Harus diketahui bagaimana
cara mengumpulkan data, terutama berkaitan dengan izin pelaksanaan penelitian.
5.
Harus diketahui tentang
cara-cara bagaimana mencatat hasil observasi.
7. Pengertian Populasi
Menurut Nazir (2005: 271) pengertian populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri tersebut dinamakan variabel. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan populasi finit sedangkan, jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap, ataupun jumlahnya tidak terhingga, disebut populasi infinit. Misalnya, jumlah petani dalam sebuah desa adalah populasi finit. Sebaliknya, jumlah pelemparan mata dadu yang terus-menerus merupakan populasi infinit.
Menurut Nazir (2005: 271) pengertian populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri tersebut dinamakan variabel. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan populasi finit sedangkan, jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap, ataupun jumlahnya tidak terhingga, disebut populasi infinit. Misalnya, jumlah petani dalam sebuah desa adalah populasi finit. Sebaliknya, jumlah pelemparan mata dadu yang terus-menerus merupakan populasi infinit.
8. Pengertian Sampel
Menurut Sugiyono Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
9. Pengetian Variabel
Hatch & Farhady (1981) Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Menurut Sugiyono Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
9. Pengetian Variabel
Hatch & Farhady (1981) Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar