Minggu, 11 Oktober 2020

MK MANAJEMEN PENGELOLAAN PAUD SEM 7

Mata kuliah kali ini merupakan mata kuliah tingkat atas artinya yang berhubungan dengan Management atau pengaturan. Jika semester satu kita disajikan dengan Matakuliah Pengantar sekarang lain bahasannya, ditingkat managerial. Baiklah, walaupun agak telat penyajiannya saya konsisten malam ini harus ada hasil yang dicapai. Sebagai pembimbing atau guru bisa juga disebut pendidik bagi anak-anak pastinya kita disekolah ingin selalu berubah apalagi manusia pasti punya ambisi. Mungkin ambisi dari hari kehari akan selalu berubah, karena kita selalu berfikir secara lahiriah saja. Sa’at ini mungkin keinginannya hanya jadi seorang pendidik besok bisa jadi berubah ingin jadi kepala pendidik atau kepala sekolah bahkan ingin jadi ketua diLembaga pendidikan. Nah untuk itu kita wajib mempunyai bekal Matakuliah yang saya ampu ini, karena diwilayah kita terutama Zona 4 Pandeglang sangat besar peluang untuk pengembangan Pendidikan khususnya Penidikan Dasar

Apa fungsi dan pengertian manajemen paud dalam membentuk sekolah menjadi paud unggulan? Lalu apa yang menjadi prinsip dan tujuan manajemen tk, kb, tpa, dan sps? Serta tata kelola apa saja yang menjadi ruang lingkup manajemen lembaga paud ini yuk kita simak tulisan ini.

Pengertian Manajemen PAUD

Kata manajemen berasal dari bahasa inggris management (kata dasarnya manage = mengelola), jadi manajemen memiliki arti pengelolaan, pengarahan, pengaturan yang ada di dalam sebuah lembaga. Dengan demikian pengertian manajemen paud adalah suatu upaya mengelola, mengatur, dan atau mengarahkan proses interaksi edukatif antara peserta didik, guru, dan lingkungan secara teratur, terencana, dan tersistem untuk mencapai tujuan pendidikan anak usia dini.

Ruang Lingkup Manajemen PAUD

Dalam manajemen paud, ada banyak hal yang harus dikelola mulai dari awal pendirian sekolah, tata kelola, hingga pada pengembangan sekolah paud. Ruang lingkup manajemen paud meliputi apa yang dikelola, bagaimana caranya, bagaimana merencanakannya, dan kemana manajemen paud akan diarahkan. Untuk melengkapi bahasan ini, pada kesempatan berikutnya kami akan berikan materi berupa:

  1. Manajemen Kurikulum PAUD;
  2. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan paud;
  3. Manajemen anak didik di lembaga paud;
  4. Manajemen sarana dan prasarana paud;
  5. Manajemen desain lingkungan paud;
  6. Manajemen proses, input, dan output paud;
  7. Manajemen pengawasan / supervisi paud;

 

Tujuan Manajemen PAUD

Manajemen paud bertujuan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Kunci keberhasilan manajemen sekolah paud dilihat dari dua hal tersebut, penjelasannya:

1. Efektif

Efektif dalam manajemen paud dapat diartikan sebagai indikasi terlaksananya semua program paud secara tepat serta melibatkan seluruh komponen lembaga paud tersebut.

2. Efisien

Sedangkan efisien berkaitan dengan efisiensi atau penghematan yaitu program paud terlaksana dengan sumber daya seminimal mungkin. Dalam prakteknya secara nyata di sekolah, manajemen paud yang efektif dan efisien tidak mudah diimplementasikan secara operasional, sebab pengertian efektif dan efisien ini terlalu akademis dan agak sulit dijabarkan ke dalam kongkret.

Inti efektif dan efisien dalam manajemen paud sering dikaitkan dengan pengambilan cara atau keputusan yang tepat dan pemberdayaan seluruh komponen paud yang ada untuk mencapai tujuan semaksimal mungkin. Untuk memahami konsep efektif dan efisien kami berikan contoh berikut:

Dalam rangka menyediakan alat permainan edukatif, sekolah tidak perlu membeli APE yang beredar di pasaran baik yang murah atau mahal karena manajemen sekolah dapat melibatkan guru dan peserta didik -termasuk orang tua anak- untuk bisa dilibatkan membuat alat permainan sendiri dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar lingkungan misalnya kardus bekas, tangkai buah, kertas, daun kering, dll yang tentunya ape buatan sendiri lebih murah jika dibanding ape dari hasil membeli.

Nah, nilai efektif dan efisien sudah ada pada contoh di atas karena kita tahu manfaat ape adalah untuk menstimulasi perkembangan anak. Dari segi manfaat yang dikatakan sama dan dengan pengeluaran biaya untuk mendapatkannya lebih murah dari pada ape buatan pabrik, maka bisa dikatakan membuat ape paud yang melibatkan guru dan anak didik dalam membantu menstimulasi anak dikatakan efektif dan efisien (manfaatnya dapat, hematnya dapat).

Prinsip Manajemen PAUD

Manajemen paud biasanya dilakukan oleh kepala sekolah atau disebut pengelola paud, ada 4 prinsip yang harus dijalankan agar manajemen yang dimpimpinnya berjalan dan berfungsi dengan baik yaitu:

1. Komitmen dan Ketegasan

Komitmen ditujukan kepada kesanggupan kepala sekolah dalam memajukan lembaganya. Guru, staf administrasi anak didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat harus turut mendukungnya. Mereka harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak sesuai dengan tugas masing-masing. Seorang kepala sekolah sebagai pemimpin paud juga harus memiliki ketegasan terhadap semua komponen manajemen yang dikelolanya.

2. Profesionalisme

Profesionalitas berkaitan dengan kedisiplinan menjalankan lembaga sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Lembaga paud yang dikelola dengan profesional akan lebih unggul dan tampak lebih rapi, disiplin, teratur, dan jelas dalam melaksanakan program.

3. Komunikasi dan Koordinasi

Dalam sebuah lembaga paud pasti melibatkan banyak komponen sumber daya manusia, tugas pengelola paud (kepala sekolah) adalah mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan program yang sedang berjalan sehingga program terlaksana sesuai harapan dengan hasil yang efektif dan efisien.

Tanpa komunikasi dan koordinasi, manajemen sebaik apapun tidak akan berhasil menjalankan roda kelembagaan paud, karena akan memunculkan sikap lempar tanggung jawab, menghindari beban pekerjaan antar personel.

4. Kompetisi

Seorang kepala sekolah yang baik harus membebaskan guru-guru dalam mendidik anak-anak tanpa campur tangan yang dapat mengganggu seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Caranya adalah dengan memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman) guna menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

Dengan adanya iklim kompetisi yang sehat dengan cara pemberian hadiah / penghargaan bagi guru yang berprestasi dibidang tertentu, pernah menjuarai lomba pembuatan ape tingka provinsi misalnya, maka guru tersebut harus mendapatkan penghargaan dari sekolah. Hal ini akan menjadi penyemangat motivasi guru lain untuk dapat memacu diri mereka agar lebih baik dan hasilnya adalah paud yang ayah bunda pimpin akan maju.

 

 


 

Fungsi Manajemen PAUD

Dengan adanya manajemen paud, akan mempermudah bagi pengelola atau kepala paud untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan.

1. Perencanaan

Perencanaan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini sudah dituangkan ke dalam visi misi lembaga, dan strategi untuk mencapai tujuannya. Usahakan dalam membuat perencanaan dilengkapi dengan tabel penjadwalan (time schedule) kapan program mulai dan selesai. Perencanaan ini akan membuat program berjalan matang dan tepat waktu.

2. Pengorganisasian

Selain perencanaan yang matang, hal yang tidak kalah penting dalam keberhasilan program paud adalah pengorganisasian. Bagilah tugas secara profesional sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing sumber daya individu yang ada.

Dengan adanya manajemen paud, pengorganisasian akan dapat dilakukan dengan mudah karena komponen paud yang di dalamnya terdapat sumber daya dapat bekerja bersama-sama membentuk sebuah sistem untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Kepemimpinan

Seorang pengelola paud tidak boleh disibukkan dengan perkerjaan intern lembaga yang dipimpinyya. Ia harus melihat keluar mencari ide dan inspirasi baru agar paud yang dipimpinnya bisa maju. Pengelola paud juga harus mengajar di kelas dan tentu jam mengajarnya tidak sebanyak guru-guru lain karena ia juga harus tahu kondisi lapangan dengan instansi yang dipimpinnya sehingga ia mengetahui persis program yang bagaimana yang seharusnya dilaksanakan.

4. Pengawasan

Dengan adanya manajemen paud pengawasan akan menjadi lebih mudah karena pengelola paud akan membagi pekerjaan terhadap individu-individu yang terlibat guna mencapai tujuan. Sebuah rencana program harus diawasi / dikontrol / di supervisi yang tujuannya bukan untuk menilai baik atau buruk akan tetapi seorang kepala sekolah harus memberikan motivasi, arahan, dalam lebih mengoptimalkan lagi hasil kerja yang dicapai para individu.

Demikain pengertian manajemen paud lengkap dengan fungsi, tujuan dan ruang lingkupnya semoga menambah wawasan ayah bunda pengelola paud / kepala sekolah dalam memajukan lembaga yang dimpinnya. Semoga paud yang dikelola menjadi paud unggulan ya!

Pemberdayaan sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menigkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan anak usia dini. Anak akan memiliki keterampilan jika dibimbing oleh pembimbing yang cekatan dan tanggap lingkungan. Anak hidup disiplin, bersih dan tertib jika dibina oleh pendidik yang memiliki pola hidup teratur. Oleh karena itu, dibutuhkan kelembagaan, metode pembelajaran, kurikulum, keterampilan, dan pelatihan yang memadai, dan sinergis.

1.             Kelembagaan

Mengelola pendidikan merupakan mengelola sumber daya manusia yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan yang tepat untuk mengatur segala permasalahan manajemen pendidikan. Model manajemen yang baik adalah manajemen yang bersifat dinamis, progresif, dan memiliki unsur pemberdayaan dan penguatan. Salah satu model manajemen yang dapat dilakukan adalah manajemen partisipatif yang mengedepankan kolektivitas, teamwork, solidaritas, kohesivitas, dan kualitas kinerja. Perencanaan dalam manajemen partisipatif adalah perencanaan yang melibatkan semua pihak dalam kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pemanfaatan program yang direncanakan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menjalankan PAUD. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a)     Adanya iklim yang sehat

Organisasi merupakan kerja sama antara antar dua orang atau lebih sehingga keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja sama dari beberapa orang bukan merupakan hasil kerja pribadi.

b)     Keadilan bagi pendidik

Pendidik hendaknya diperlakukan secara adil. Jika tidak, pendidik yang merasa diperlakukan tidak adil akan menimbulkan kinerja yang menurun.

c)      Penghargaan terhadap kinerja pendidik

Penghargaan yang diberikan kepada pendidik tidak hanya berupa materi. Penghargaan dapat diberikan dengan pujian atau peningkatan jabatan.

Dalam menata PAUD diperlukan adanya perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengendalian (controlling) yang disingkat menjadi POAC.

Manajemen umum lembaga atau satuan PAUD menurut Linatussophy (2008) merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan anak usia dini pada jalur nonformal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Penyelenggaraan satuan PAUD dapat dilaksanakan oleh lembaga baik swasta, pemerintah, organisasi masyarakat, maupun perorangan yang memiliki kepedulian terhadap PAUD. Setiap penyelenggaraan program PAUD baik lembaga maupun perorangan harus memperoleh izin pendirian dari Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota atau instansi lain yang ditunjuk oleh pemerintah Daerah setempat. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan izin penyelenggaraan PAUD adalah sebagai berikut:

1)      Surat permohonan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Cq KaBid PLSPO yang diketahui oleh lurah, camat, dan pemilik PLS kecamatan.

2)     Akta notaris pendirian yayasan.

3)     Bentuk dan nama lembaga.

4)     Visi dan misi lembaga.

5)     Program kegiatan mengajar.

6)     Sarana dan prasarana

7)     Data Keterangan yang berisi:

-       Data pengelola, pendidik, pengasuh (fotokopi SK pengangkatan, ijazah terakhir, dan jumlah jam mengajar)

-       Data peserta didik

-       Denah lokasi

-       Surat Keterangan Kepemilikan Bangunan

-       Surat izin lingkungan diketahui RT/Kadus/Lurah

-       Struktur Organisasi

Masa berlaku izin penyelenggaraan PAUD adalah 3 tahun sejak tanggal diterbitkannya SK, atau disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh dinas terkait. Pengelolaan lembaga menitikberatkan pada empat komponen yaitu pengelolaan tenaga kerja, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, sarana prasarana dan pengelolaan uang.

 

2.            Tenaga pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pengelolaan atas tenaga kerja berorientasi pada pembangunan pendidikan. Pendidik PAUD sebagai sumber belajar merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan program PAUD. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat 6 disebutkan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator.

Tenaga pendidik menurut Dedi Supriyadi (1999: 176) menyatakan bahwa tenaga pendidik PAUD disiapkan secara profesional yaitu paling tidak memiliki tiga unsur yaitu:

1)   Pendidikan yang memadai, disiapkan secra khusus melalui lembaga pendidikan dengan kualifikasi tertentu.

2) Keahlian dalam bidangnya.

3) Komitmen dalam tugasnya.

 

3.            Peserta didik

Pengelolaan peserta didik menurut Hendayat Soetopo dan Wanty Soemanto (1982) merupakan penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik yaitu mulai masuknya peserta didik dari suatu sekolah atau suatu lembaga.

Pengelolaan peserta didik tidak hanya berupa pendataan atau pencatatan tetapi juga meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat dipergunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah

 

4.            Sarana Prasarana

Prasarana pendidikan merupakan bangunan sekolah dan alat perabot sekolah yang berperan dalam proses belajar mengajar walaupun secara tidak langsung. Manajemen sarana prasarana meliputi:

-         Penentuan kebutuhan

Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau untuk fasilitas yang lain lebih dahulu melihat kekayaan yang ada, selanjutnya tentukan sarana yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah.

-         Proses pengadaan

Pengadaan sarana pendidikan dapat diperoleh dengan beberapa jalan yang bisa ditempuh yaitu:

Pembelian dengan biaya dari pemerintah, pembelian dengan biaya SPP, bantuan dari BP3 atau komite sekolah, bantuan dari masyarakat lainnya.

-         Pemakaian

Pemakaian alat perlengkapan dapat dibedakan menjadi barang habis pakai dan barang tidak habis pakai. Penggunaan barang habis pakai harus digunakan secara maksimal dan dipertanggungjawabkan pada tiap triwulan. Sedangkan penggunaan barang tidak habis pakai tetap dipergunakan setahun sekali sehingga diperlukan adanya pemeliharaan dan barang-barang tersebut dengan barang iventaris

-         Pencatatan

Keperluan pengurusan dan pencatatan disediakan instrumen administrasi berupa buku iventaris, buku pembelian, buku penghapusan, kartu barang, pertangungjawaban. Penggunaan barang iventaris sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan penggunaan barang yang ditujukan kepada instansi atasan.

 

5.            Manajemen Keuangan

Setiap unit kerja selalu dihubungkan dengan keuangan, demikian pula dengan sekolah. Sumber keuangan pendidikan berasal dari:

a.             Anggaran negara

-        Anggaran rutin

-        Anggaran pembangunan

b.             Dana Masyarakat

-        Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SDP)

-        Iuran BP3 /Komite Sekolah

-        Bantuan atau hibah

-        Sumber-sumber lain yang sah sesuai dengan aturan.

 


MATA KULIAH PENDIDIKAN UNTUK ANAK USIA DINI SEM 1 PGPAUD/PGSD

Sebelumnya  sudah disampaikan secara lisan mengenai arti dari pendidikan. Apakah itu pendidikan dan  apa tujuan dari pendidikan ?

 Pengertian pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.

Ketika berbicara tentang pendidikan orang akan cenderung memikirkan tentang sekolah ataupun perguruan tinggi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik .

Mengenai definisi pendidikan, banyak sekali ahli yang berusaha menjelaskannya, beberapa dari mereka seperti:

§  Ki Hajar Dewantara
Pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

§  Carter V Good
Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. 

§  Martinus Jan Langeveld
Pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila.

Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Lantas Tujuannya apa ?

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia, secara umum tujuan dari pendidikan indonesia adalah untuk mencerdaskan manusia Indonesia.

Melalui pendidikan manusia diharapkan agar menjadi berilmu pengetahuan, kreativitas, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang baik, mandiri, dan bertanggungjawab.

Pendidikan Anak

Memberi pendidikan yang layak bagi anak sangat krusial untuk mendukung tumbuh kembangnya di segala bidang. Apa sih pentingnya pendidikan bagi anak? Mengapa orangtua sangat dianjurkan untuk memilihkan institusi pendidikan yang baik bagi Si Kecil?

Pendidikan anak dapat dimulai sejak usia dini lewat lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada PAUD, anak yang berusia kurang dari 6 tahun bukan diberi materi pelajaran seperti murid Sekolah Dasar (SD) atau jenjang yang lebih tinggi, melainkan berupa rangsangan atau stimulus untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.Prinsip pendidikan usia dini ini sendiri sudah diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif. Perpres tersebut menekankan pentingnya pendidikan sehingga harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari orangtua hingga masyarakat.

Apa pentingnya pendidikan untuk anak?

Menanamkan pentingnya pendidikan pada anak sangat krusial untuk dimulai sejak dini. Lewat pendidikan, anak hingga lingkungan akan mendapatkan manfaat, seperti:

1. Menjadi fondasi masa depan anak

Pendidikan yang baik bertindak seperti pondasi pada diri anak yang akan membentuk masa depan cerahnya. Lewat pendidikan, anak akan belajar mengolah kemampuan kognitif sekaligus sosialnya dan mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

2. Membangun karakter anak

Pendidikan bukan hanya melulu berkutat pada pelajaran sesuai kurikulum, seperti matematika atau sejarah, namun juga pembangunan karakter anak. Dengan pendidikan yang layak, anak akan dilatih untuk memiliki kepribadian yang baik sesuai yang diharapkan oleh orangtua atau bahkan negara.

3. Memaksimalkan potensi

Setiap anak memiliki potensi atau karakternya masing-masing yang dapat dimaksimalkan melalui sarana pendidikan yang tepat. Anak yang mendapat pendidikan sejak dini berpeluang untuk hidup dengan lebih mandiri sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

4. Meningkatkan taraf hidup

Lewat pendidikan, anak akan memiliki kesempatan di masa depan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dibanding saat ini. Pentingnya pendidikan tersebut mungkin tidak akan bisa dilihat dalam waktu dekat, namun harus menjadi salah satu pertimbangan orangtua saat memilihkan jalur pendidikan untuk Si Kecil.

5. Mengurangi angka kejahatan

Sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat menyatakan anak yang teredukasi dengan baik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk melakukan tindak kriminal dan masuk penjara. Sebaliknya, persentase kriminalitas semakin tinggi jika anak tidak sekolah atau putus sekolah sebelum lulus SMA.Di Indonesia sendiri, pemerintah mewajibkan anak belajar selama 12 tahun yang dimulai sejak tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga menengah (SMA). Untuk mendukung hal ini, pemerintah pun menggulirkan sejumlah program, salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP).

Kunci keberhasilan pendidikan anak

Setelah mengetahui pentingnya pendidikan anak, Anda juga harus memahami aspek yang mendukung keberhasilan tersebut. Memilihkan sekolah yang bagus saja tidak cukup karena kesuksesan pendidikan anak sangat bergantung pada setidaknya tiga aspek, yaitu:

1. Peran orangtua

Orangtua biasanya adalah guru pertama anak sebelum ia masuk ke lembaga PAUD manapun, orangtua pula yang memutuskan anak akan masuk lembaga pendidikan yang baik. Saat anak sudah masuk ke sekolah, orangtua juga harus terus memantau perkembangan anak dengan terus menjalin komunikasi yang baik dengan sekolah.

2. Efektivitas sekolah

Tidak dipungkiri bahwa sekolah memainkan peran besar pada pentingnya pendidikan anak. Di sekolah, anak akan belajar banyak hal, seperti disiplin, kemampuan sosial, hingga mengontrol emosi. Sekolah yang baik juga akan selalu berusaha melibatkan orangtua dan komunitas dalam sistem belajar-mengajarnya sehingga tidak terkesan menutup diri.

3. Karakter guru

Pentingnya pendidikan anak juga dipengaruhi oleh karakter guru yang akan bertindak sebagai pengasuh, pengajar, sekaligus role model bagi anak, setidaknya selama berada di sekolah.Dengan bantuan guru pula anak akan belajar empati, saling menghargai, maupun sikap religius. Oleh karena itu, guru sangat disarankan untuk melihat anak sebagai individu dengan karakter berbeda agar potensi anak juga dapat tergali maksimal.Memahami pentingnya pendidikan sangat perlu bagi orangtua yang tidak ingin melewatkan usia keemasan (0-6 tahun) anak dengan hal-hal yang kurang berguna. Pasalnya di saat inilah perkembangan otak anak sangat pesat sehingga bisa dengan cepat menyerap segala jenis pembelajaran yang diberikan padanya.

4. Lingkungan

Salah satu yang membentuk karakter anak mulai dari bahasa,gaya hidup, pola berfikir dan berbagai karakter anak yang sedang berkembang mencari tahu adalah LINGKUNGAN SEKITAR, dari lingkungan segalanya cepat berubah. Mulai dari lingkungan Keluarga sampai lingkungan dimana mereka bergaul. Contoh Lingkungan kita didaerah Cibaliung akan sangat berbeda dengan lingkungan diperkotaan Jakarta.


Minggu, 04 Oktober 2020

MANAJEMEN KELAS MK SEM 5

 

Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh. Sebelumnya mohon ma'af atas keterlambatan materi hari ini karena banyak sekali materi kuliah yang harus dishare, maklum kondisi seperti ini hanya butuh materi online. Kuliah yang dilakukan secara online sebenarnya kurang efektif diterapkan didaerah seperti kita tapi apapun itu kita harus mematuhi Protokol Kesehatan.

Keberhasilan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran tidak hanya menuntut kemampuan menguasai materi pelajaran, strategi dan metode pembelajaran. Tetapi guru melaksanakan tugas profesionalnya dituntut kemampuan lainnya yaitu menyediakan atau menciptakan situasi dan kondisi belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik sesuai perencanaan dan mencapai tujuan sesuai yang dikehendaki. Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran (Sanjaya, 2008:44). Kondisi kelas yang kondusif dan menyenangkan dapat terwujud apabila guru mampu mengatur suasana pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar dan memanfaatkan sarana pengajaran serta dapat mengendalikan dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran. Selain itu untuk menjalin hubungan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa dubutuhkan alat-alat dan implementasi yang disediakan secara kultural seperti perpustakaan dan internet (Indriana, 2011:135).

Sebelum mengetahui lebih jauh apa itu manajemen kelas, disini akan dibahas terlebih dahulu istilah manajemen dan manajemen pendidikan, yang mana manajemen kelas adalah suatu unsur yang terdapat dalam manajemen pendidikan. Kata manajemen awalnya banyak dipahami silabus.web.id di dunia bisnis komersial. Sedangkan di dunia pendidikan sendiri lebih dikenal dengan istilah administrasi. Oleh karena itu, di lingkungan intstitusi pendidikan sangat populer dengan istilah administrasi sekolah, administrasi pendidikan, dan administrasi kelas. Apabila dilihat dari proses kerja atau fungsi organisasinya, administrasi dan manajemen memiliki makna yang sama, dan kata manajemen pun semakin populer disemua bidang baik dibidang bisnis, pemerintah maupun pendidikan.

Kebutuhan terhadap manajemen kelas bukan hanya karena kebutuhan akan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran melalui pengoptimalan fungsi kelas, akan tetapi manajemen kelas merupakan respon terhadap semakin meningkatnya tuntutan kualitas pendidikan yang dimulai dari ruang kelas. Di ruang kelas, guru dituntut untuk mampu menghasilkan peserta didik yang utuh, sesuai dengan fungsi pendidikan, yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, silabus.web.id mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Manajemen kelas juga merupakan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan kelas, karena dengan demikian guru yang trampil adalah guru yang mampu mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen dalam berbagai program kegiatan yang ada di kelas.

Di dalam manajemen pendidikan itu sendiri terdapat beberapa ruang lingkup dan unsur-unsur di dalamnya. Di antaranya adalah manajemen siswa, manajemen kurikulum, manajemen personil, manajemen sarana dan prasarana, manajemen humas pendidikan, manajemen kelas, dan lain sebagainya. Dengan demikian manajemen kelas tidak bisa terlepas dari pembahasan manajemen pendidikan.

Pengertian Manajemen Kelas

Manajemen kelas terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa inggris yaitu management. Manajemen merupakan rangkaian usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan orang lain, sedangkan yang dimaksud dengan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dalam kelas tersebut, guru berperan sebagi manajer utama dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, dan melaksanakan pengawasan atau supervisi kelas. Sedangkan kelas dalam perspektif pendidikan  dapat dipahami sebagai sekelompok peserta didik yang berada pada waktu yang sama, serta bersumber dari guru yang sama. Dalam pengertian tersebut terdapat tiga hal penting terkait dengaan kelas, Pertama, tidak disebut dengan kelas apabila silabus.web.id peserta didik memperoleh materi pelajaran dan guru yang sama, namun melakukan dalam waktu yang berbeda; Kedua,  tidak disebut dengan kelas apabila peserta didik mempelajari materi pelajaran yang berbeda; Ketiga, tidak disebut dengan kelas apabila peserta didik memperoleh materi pelajaran dari guru yang berbeda.

Berdasarkan pengertian di atas maka manajemen kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran, Mulyasa (2006) dalam Priansa (2014:23). Jadi, manajemen kelas dapat diartikan  sebagai kemampuan guru dalam menmanfaatkan potensi kelas berupa pemberian kesempatan seluas-luasnya pada setiap individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Manajemen kelas juga merupakan usaha sadar untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, serta melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap program dan kegiatan yang ada di kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara sistematis, efektif, dan efisien. Berbagai jenis kelas yang dapat diamati oleh guru adalah kelas yang gaduh namun negatif, kelas yang gaduh namun positif, kelas yang tenang dan disiplin, dan kelas yang alamiah.

Konsep Dasar Manajemen Kelas

Manajemen merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara ilmiah dan dapat pula menempatkan posisi sebagai seorang manajer dalam memanfaatkan orang lain.

Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinnya. Tugas guru sebagai mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. Aktifitas guru saat ini yang terpenting adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktifitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan ketrampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis, dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif (http*://www.wikipedia.com).

Dalam manajemen kelas, guru melakukan sebuah proses atau tahapan kegiatan yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi, sehingga apa yang dilakukannya merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait, sehingga seorang guru harus menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif seperti tujuan pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, serta pengelompokan siswa atau kelompok.

Fungsi-fungsi Manajemen dalam Kelas

Pemahaman mengenai fungsi-fungsi manajemen secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua fungsi utama, yaitu fungsi organik dan fungsi pelengkap. Fungsi organik terkait dengan semua fungsi yang mutlak dijalankan oleh manajemen organisasi, sedangkan fungsi pelengkap terkait dengan semua fungsi yang mendukung agar pencapaian kinerja organisasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan implementasi dari fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Berikut fungsi manajemen kelas antara lain:

1) Fungsi Perencanaan Kelas

Perencanakan adalah proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mencapainya sehingga harus membuat suatu target yang ingin dicapai atau diaraih di masa depan. Perencanaan juga merupakan proses menentukan tujuan dan menetapkan cara terbaik untuk mencapai tujuan, Robbins (1984) dalam Nasution dan Syafruddin (2005:71). Dalam kaitannya dengan kelas, merencanakan merupakan sebuah proses utuk memikirkan dan menetapkan secara matang tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan guru di dalam kelas.

2) Fungsi Pengorganisasian Kelas

Setelah mendapat kepastian tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan, lebih lanjut lagi guru melakukan upaya pengorganisasian agar rencana tersebut dapat berlangsung dengan sukses.

Dalam manajemen atau pengelolaan kelas, ada pengorganisasian yang meliputi: Organisasi intra dan ekstra kelas, organisasi kegiatan belajar-mengajar, organisasi personil siswa dan organisasi fasilitas fisik kelas.

Dengan adanya pengorganisasian kelas diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

3) Fungsi Kepemimpinan Kelas

Kepemimpinan efektif di ruang kelas merupakan bagian dari tanggung jawab guru di dalam kelas. Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan pemimpin. Dalam hal ini guru memimpin, mengarahkan, memotivasi, dan membimbing peserta didik untuk dapat melaksanakaan proses belajar dan pembelajaran yang efektif sesuai dengan fungsi dan tujuan pembelajaran.

4) Fungsi Pengendalian Kelas

Mengendalikan kelas bukan merupakan perkara yang mudah, karena di dalam kelas terdapat berbagai macam peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda. Kegiatan di dalam kelas dimonitor, dicatat, dan kemudian dievaluasi agar dapat dideteksi apa yang kurang serta dapat direnungkan kira-kira apa yang perlu diperbaiki. Pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas yang sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.

Proses pengendalian dapat melibatkan beberapa elemen, yaitu menetapkan standar penampilan kelas, menyediakan alat ukur standar penampilaan kelas, membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan di kelas, serta mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan tujuan kelas.

Tujuan Manajemen Kelas

Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan peembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa. Keberhasilan sebuah kegiatan dapat dilihat dari hasil yang dicapainya. Tujuan adalah titik akhir dari sebuah kegiatan dari tujuan itu juga sebagai pangkal tolak pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Keberhasilan sebuah tujuan dapat dilihat dari efektifitas dalam pencapaian tujuan itu serta tingkat efisiensi dari penggunaan sumberdaya yang dimiliki.

Ketercapaian tujuan manajemen kelas dapat dideteksi atau dilihat dari:

  • Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa.
  • Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya (Priansa, 2014:230).

Pendekatan dalam Manajemen Kelas

Terdapat beberapa pendekatan dalam manajemen kelas. Berikut beberapa pendekatan dalam manajemen kelas yaitu:

1) Pendekatan Kekuasaan

Pendekatan kekuasaan dalam manajemen kelas dapat dipahami sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku peserta didik di dalam kelas. Peran guru disini adalah untuk menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas.

2) Pendekatan Ancaman

Pendekatan ancaman dalam manajemen kelas merupakan salah satu pendekatan untuk mengontrol perilaku peserta didik di dalam kelas. Pendekatan ancaman di dalam kelas dapat di implementasikan melalui papan larangan, sindiran saat belajar, dan paksaan kepada peserta didik yang membantah, silabus.web.id yang semuanya ditujukan agar peserta didik mengikuti apa yang diinstruksikan oleh guru. Namun, ancaman disini tidak sepatutnya dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan manakala kondisi sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan.

3) Pendekatan Kebebasan

Pendekatan kebebasan dalam manajemen kelas dipahami sebagai suatu proses untuk membantu peserta didik agar merasa memiliki kebebasan untuk mengajarkan sesuatu sesuai dengan apa yang ia pahami dan ia inginkan, tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat.

4) Pendekatan Resep

Pendekatan resep sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar dikelas. Oleh sebab itu cobalah ingat kembali apa yang tidak disukai pada saat mengajar, sehingga ketidaksukaan itu dapat menyebabkan situasi kelas yang tidak efektif.

5) Pendekatan Pengajaran

Pendekatan pengajaran dalam manajemen kelas didasarkan atas suatu anggapan bahwa pengajaran yang baik akan mampu mencegah munculnya masalah yang disebabkan oleh peserta didik di dalam kelas. Oleh karena itu, buatlah perencanaan pengajaran yang matang sebelum kita masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah kita buat sebelumnya.

6) Pendekatan Perubahan Tingkah Laku

Pendekatan perubahan tingkah laku dalam manajemen kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku peserta didik di dalam kelas. Dengan demikian, kita harus mampu melakukan pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku agar tujuan pengelolaan kelas dapat tercapai dengan baik.

7) Pendekatan Sosio-Emosional

Sebuah kelas dapat dikelola secara efisien selama guru mampu membina hubungan yang baik dengan siswa-siswanya. Pendekatan yang berdasarkan kepada terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa ini disebut dengan pendekatan sosio-emosional.

8) Pendekatan Kerja Kelompok

Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampuan guru dalam menciptakan momentum yang mendorong kelompok-kelompok di dalaam kelas menjadi kelompok yang produktif.

9) Pendekatan Elektis atau Pluralistik

Pendekatan elektis dalam manajemen kelas menekankan pada potensi, kreatifitas, dan inisiatif dari wali atau guru kelas untuk memilih berbagai pendekatan yang tepat dalam berbagai situasi yang dihadapi (Priansa, 2014:235).