Minggu, 04 Oktober 2020

MANAJEMEN KELAS MK SEM 5

 

Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh. Sebelumnya mohon ma'af atas keterlambatan materi hari ini karena banyak sekali materi kuliah yang harus dishare, maklum kondisi seperti ini hanya butuh materi online. Kuliah yang dilakukan secara online sebenarnya kurang efektif diterapkan didaerah seperti kita tapi apapun itu kita harus mematuhi Protokol Kesehatan.

Keberhasilan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran tidak hanya menuntut kemampuan menguasai materi pelajaran, strategi dan metode pembelajaran. Tetapi guru melaksanakan tugas profesionalnya dituntut kemampuan lainnya yaitu menyediakan atau menciptakan situasi dan kondisi belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik sesuai perencanaan dan mencapai tujuan sesuai yang dikehendaki. Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran (Sanjaya, 2008:44). Kondisi kelas yang kondusif dan menyenangkan dapat terwujud apabila guru mampu mengatur suasana pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar dan memanfaatkan sarana pengajaran serta dapat mengendalikan dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran. Selain itu untuk menjalin hubungan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa dubutuhkan alat-alat dan implementasi yang disediakan secara kultural seperti perpustakaan dan internet (Indriana, 2011:135).

Sebelum mengetahui lebih jauh apa itu manajemen kelas, disini akan dibahas terlebih dahulu istilah manajemen dan manajemen pendidikan, yang mana manajemen kelas adalah suatu unsur yang terdapat dalam manajemen pendidikan. Kata manajemen awalnya banyak dipahami silabus.web.id di dunia bisnis komersial. Sedangkan di dunia pendidikan sendiri lebih dikenal dengan istilah administrasi. Oleh karena itu, di lingkungan intstitusi pendidikan sangat populer dengan istilah administrasi sekolah, administrasi pendidikan, dan administrasi kelas. Apabila dilihat dari proses kerja atau fungsi organisasinya, administrasi dan manajemen memiliki makna yang sama, dan kata manajemen pun semakin populer disemua bidang baik dibidang bisnis, pemerintah maupun pendidikan.

Kebutuhan terhadap manajemen kelas bukan hanya karena kebutuhan akan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran melalui pengoptimalan fungsi kelas, akan tetapi manajemen kelas merupakan respon terhadap semakin meningkatnya tuntutan kualitas pendidikan yang dimulai dari ruang kelas. Di ruang kelas, guru dituntut untuk mampu menghasilkan peserta didik yang utuh, sesuai dengan fungsi pendidikan, yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, silabus.web.id mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Manajemen kelas juga merupakan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan kelas, karena dengan demikian guru yang trampil adalah guru yang mampu mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen dalam berbagai program kegiatan yang ada di kelas.

Di dalam manajemen pendidikan itu sendiri terdapat beberapa ruang lingkup dan unsur-unsur di dalamnya. Di antaranya adalah manajemen siswa, manajemen kurikulum, manajemen personil, manajemen sarana dan prasarana, manajemen humas pendidikan, manajemen kelas, dan lain sebagainya. Dengan demikian manajemen kelas tidak bisa terlepas dari pembahasan manajemen pendidikan.

Pengertian Manajemen Kelas

Manajemen kelas terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa inggris yaitu management. Manajemen merupakan rangkaian usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan orang lain, sedangkan yang dimaksud dengan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dalam kelas tersebut, guru berperan sebagi manajer utama dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, dan melaksanakan pengawasan atau supervisi kelas. Sedangkan kelas dalam perspektif pendidikan  dapat dipahami sebagai sekelompok peserta didik yang berada pada waktu yang sama, serta bersumber dari guru yang sama. Dalam pengertian tersebut terdapat tiga hal penting terkait dengaan kelas, Pertama, tidak disebut dengan kelas apabila silabus.web.id peserta didik memperoleh materi pelajaran dan guru yang sama, namun melakukan dalam waktu yang berbeda; Kedua,  tidak disebut dengan kelas apabila peserta didik mempelajari materi pelajaran yang berbeda; Ketiga, tidak disebut dengan kelas apabila peserta didik memperoleh materi pelajaran dari guru yang berbeda.

Berdasarkan pengertian di atas maka manajemen kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran, Mulyasa (2006) dalam Priansa (2014:23). Jadi, manajemen kelas dapat diartikan  sebagai kemampuan guru dalam menmanfaatkan potensi kelas berupa pemberian kesempatan seluas-luasnya pada setiap individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Manajemen kelas juga merupakan usaha sadar untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, serta melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap program dan kegiatan yang ada di kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara sistematis, efektif, dan efisien. Berbagai jenis kelas yang dapat diamati oleh guru adalah kelas yang gaduh namun negatif, kelas yang gaduh namun positif, kelas yang tenang dan disiplin, dan kelas yang alamiah.

Konsep Dasar Manajemen Kelas

Manajemen merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara ilmiah dan dapat pula menempatkan posisi sebagai seorang manajer dalam memanfaatkan orang lain.

Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinnya. Tugas guru sebagai mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. Aktifitas guru saat ini yang terpenting adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktifitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan ketrampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis, dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif (http*://www.wikipedia.com).

Dalam manajemen kelas, guru melakukan sebuah proses atau tahapan kegiatan yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi, sehingga apa yang dilakukannya merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait, sehingga seorang guru harus menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif seperti tujuan pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, serta pengelompokan siswa atau kelompok.

Fungsi-fungsi Manajemen dalam Kelas

Pemahaman mengenai fungsi-fungsi manajemen secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua fungsi utama, yaitu fungsi organik dan fungsi pelengkap. Fungsi organik terkait dengan semua fungsi yang mutlak dijalankan oleh manajemen organisasi, sedangkan fungsi pelengkap terkait dengan semua fungsi yang mendukung agar pencapaian kinerja organisasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan implementasi dari fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Berikut fungsi manajemen kelas antara lain:

1) Fungsi Perencanaan Kelas

Perencanakan adalah proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mencapainya sehingga harus membuat suatu target yang ingin dicapai atau diaraih di masa depan. Perencanaan juga merupakan proses menentukan tujuan dan menetapkan cara terbaik untuk mencapai tujuan, Robbins (1984) dalam Nasution dan Syafruddin (2005:71). Dalam kaitannya dengan kelas, merencanakan merupakan sebuah proses utuk memikirkan dan menetapkan secara matang tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan guru di dalam kelas.

2) Fungsi Pengorganisasian Kelas

Setelah mendapat kepastian tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan, lebih lanjut lagi guru melakukan upaya pengorganisasian agar rencana tersebut dapat berlangsung dengan sukses.

Dalam manajemen atau pengelolaan kelas, ada pengorganisasian yang meliputi: Organisasi intra dan ekstra kelas, organisasi kegiatan belajar-mengajar, organisasi personil siswa dan organisasi fasilitas fisik kelas.

Dengan adanya pengorganisasian kelas diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

3) Fungsi Kepemimpinan Kelas

Kepemimpinan efektif di ruang kelas merupakan bagian dari tanggung jawab guru di dalam kelas. Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan pemimpin. Dalam hal ini guru memimpin, mengarahkan, memotivasi, dan membimbing peserta didik untuk dapat melaksanakaan proses belajar dan pembelajaran yang efektif sesuai dengan fungsi dan tujuan pembelajaran.

4) Fungsi Pengendalian Kelas

Mengendalikan kelas bukan merupakan perkara yang mudah, karena di dalam kelas terdapat berbagai macam peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda. Kegiatan di dalam kelas dimonitor, dicatat, dan kemudian dievaluasi agar dapat dideteksi apa yang kurang serta dapat direnungkan kira-kira apa yang perlu diperbaiki. Pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas yang sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.

Proses pengendalian dapat melibatkan beberapa elemen, yaitu menetapkan standar penampilan kelas, menyediakan alat ukur standar penampilaan kelas, membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan di kelas, serta mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan tujuan kelas.

Tujuan Manajemen Kelas

Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan peembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa. Keberhasilan sebuah kegiatan dapat dilihat dari hasil yang dicapainya. Tujuan adalah titik akhir dari sebuah kegiatan dari tujuan itu juga sebagai pangkal tolak pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Keberhasilan sebuah tujuan dapat dilihat dari efektifitas dalam pencapaian tujuan itu serta tingkat efisiensi dari penggunaan sumberdaya yang dimiliki.

Ketercapaian tujuan manajemen kelas dapat dideteksi atau dilihat dari:

  • Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa.
  • Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya (Priansa, 2014:230).

Pendekatan dalam Manajemen Kelas

Terdapat beberapa pendekatan dalam manajemen kelas. Berikut beberapa pendekatan dalam manajemen kelas yaitu:

1) Pendekatan Kekuasaan

Pendekatan kekuasaan dalam manajemen kelas dapat dipahami sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku peserta didik di dalam kelas. Peran guru disini adalah untuk menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas.

2) Pendekatan Ancaman

Pendekatan ancaman dalam manajemen kelas merupakan salah satu pendekatan untuk mengontrol perilaku peserta didik di dalam kelas. Pendekatan ancaman di dalam kelas dapat di implementasikan melalui papan larangan, sindiran saat belajar, dan paksaan kepada peserta didik yang membantah, silabus.web.id yang semuanya ditujukan agar peserta didik mengikuti apa yang diinstruksikan oleh guru. Namun, ancaman disini tidak sepatutnya dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan manakala kondisi sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan.

3) Pendekatan Kebebasan

Pendekatan kebebasan dalam manajemen kelas dipahami sebagai suatu proses untuk membantu peserta didik agar merasa memiliki kebebasan untuk mengajarkan sesuatu sesuai dengan apa yang ia pahami dan ia inginkan, tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat.

4) Pendekatan Resep

Pendekatan resep sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar dikelas. Oleh sebab itu cobalah ingat kembali apa yang tidak disukai pada saat mengajar, sehingga ketidaksukaan itu dapat menyebabkan situasi kelas yang tidak efektif.

5) Pendekatan Pengajaran

Pendekatan pengajaran dalam manajemen kelas didasarkan atas suatu anggapan bahwa pengajaran yang baik akan mampu mencegah munculnya masalah yang disebabkan oleh peserta didik di dalam kelas. Oleh karena itu, buatlah perencanaan pengajaran yang matang sebelum kita masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah kita buat sebelumnya.

6) Pendekatan Perubahan Tingkah Laku

Pendekatan perubahan tingkah laku dalam manajemen kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku peserta didik di dalam kelas. Dengan demikian, kita harus mampu melakukan pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku agar tujuan pengelolaan kelas dapat tercapai dengan baik.

7) Pendekatan Sosio-Emosional

Sebuah kelas dapat dikelola secara efisien selama guru mampu membina hubungan yang baik dengan siswa-siswanya. Pendekatan yang berdasarkan kepada terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa ini disebut dengan pendekatan sosio-emosional.

8) Pendekatan Kerja Kelompok

Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampuan guru dalam menciptakan momentum yang mendorong kelompok-kelompok di dalaam kelas menjadi kelompok yang produktif.

9) Pendekatan Elektis atau Pluralistik

Pendekatan elektis dalam manajemen kelas menekankan pada potensi, kreatifitas, dan inisiatif dari wali atau guru kelas untuk memilih berbagai pendekatan yang tepat dalam berbagai situasi yang dihadapi (Priansa, 2014:235).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar