Minggu, 11 Oktober 2020

MK MANAJEMEN PENGELOLAAN PAUD SEM 7

Mata kuliah kali ini merupakan mata kuliah tingkat atas artinya yang berhubungan dengan Management atau pengaturan. Jika semester satu kita disajikan dengan Matakuliah Pengantar sekarang lain bahasannya, ditingkat managerial. Baiklah, walaupun agak telat penyajiannya saya konsisten malam ini harus ada hasil yang dicapai. Sebagai pembimbing atau guru bisa juga disebut pendidik bagi anak-anak pastinya kita disekolah ingin selalu berubah apalagi manusia pasti punya ambisi. Mungkin ambisi dari hari kehari akan selalu berubah, karena kita selalu berfikir secara lahiriah saja. Sa’at ini mungkin keinginannya hanya jadi seorang pendidik besok bisa jadi berubah ingin jadi kepala pendidik atau kepala sekolah bahkan ingin jadi ketua diLembaga pendidikan. Nah untuk itu kita wajib mempunyai bekal Matakuliah yang saya ampu ini, karena diwilayah kita terutama Zona 4 Pandeglang sangat besar peluang untuk pengembangan Pendidikan khususnya Penidikan Dasar

Apa fungsi dan pengertian manajemen paud dalam membentuk sekolah menjadi paud unggulan? Lalu apa yang menjadi prinsip dan tujuan manajemen tk, kb, tpa, dan sps? Serta tata kelola apa saja yang menjadi ruang lingkup manajemen lembaga paud ini yuk kita simak tulisan ini.

Pengertian Manajemen PAUD

Kata manajemen berasal dari bahasa inggris management (kata dasarnya manage = mengelola), jadi manajemen memiliki arti pengelolaan, pengarahan, pengaturan yang ada di dalam sebuah lembaga. Dengan demikian pengertian manajemen paud adalah suatu upaya mengelola, mengatur, dan atau mengarahkan proses interaksi edukatif antara peserta didik, guru, dan lingkungan secara teratur, terencana, dan tersistem untuk mencapai tujuan pendidikan anak usia dini.

Ruang Lingkup Manajemen PAUD

Dalam manajemen paud, ada banyak hal yang harus dikelola mulai dari awal pendirian sekolah, tata kelola, hingga pada pengembangan sekolah paud. Ruang lingkup manajemen paud meliputi apa yang dikelola, bagaimana caranya, bagaimana merencanakannya, dan kemana manajemen paud akan diarahkan. Untuk melengkapi bahasan ini, pada kesempatan berikutnya kami akan berikan materi berupa:

  1. Manajemen Kurikulum PAUD;
  2. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan paud;
  3. Manajemen anak didik di lembaga paud;
  4. Manajemen sarana dan prasarana paud;
  5. Manajemen desain lingkungan paud;
  6. Manajemen proses, input, dan output paud;
  7. Manajemen pengawasan / supervisi paud;

 

Tujuan Manajemen PAUD

Manajemen paud bertujuan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Kunci keberhasilan manajemen sekolah paud dilihat dari dua hal tersebut, penjelasannya:

1. Efektif

Efektif dalam manajemen paud dapat diartikan sebagai indikasi terlaksananya semua program paud secara tepat serta melibatkan seluruh komponen lembaga paud tersebut.

2. Efisien

Sedangkan efisien berkaitan dengan efisiensi atau penghematan yaitu program paud terlaksana dengan sumber daya seminimal mungkin. Dalam prakteknya secara nyata di sekolah, manajemen paud yang efektif dan efisien tidak mudah diimplementasikan secara operasional, sebab pengertian efektif dan efisien ini terlalu akademis dan agak sulit dijabarkan ke dalam kongkret.

Inti efektif dan efisien dalam manajemen paud sering dikaitkan dengan pengambilan cara atau keputusan yang tepat dan pemberdayaan seluruh komponen paud yang ada untuk mencapai tujuan semaksimal mungkin. Untuk memahami konsep efektif dan efisien kami berikan contoh berikut:

Dalam rangka menyediakan alat permainan edukatif, sekolah tidak perlu membeli APE yang beredar di pasaran baik yang murah atau mahal karena manajemen sekolah dapat melibatkan guru dan peserta didik -termasuk orang tua anak- untuk bisa dilibatkan membuat alat permainan sendiri dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar lingkungan misalnya kardus bekas, tangkai buah, kertas, daun kering, dll yang tentunya ape buatan sendiri lebih murah jika dibanding ape dari hasil membeli.

Nah, nilai efektif dan efisien sudah ada pada contoh di atas karena kita tahu manfaat ape adalah untuk menstimulasi perkembangan anak. Dari segi manfaat yang dikatakan sama dan dengan pengeluaran biaya untuk mendapatkannya lebih murah dari pada ape buatan pabrik, maka bisa dikatakan membuat ape paud yang melibatkan guru dan anak didik dalam membantu menstimulasi anak dikatakan efektif dan efisien (manfaatnya dapat, hematnya dapat).

Prinsip Manajemen PAUD

Manajemen paud biasanya dilakukan oleh kepala sekolah atau disebut pengelola paud, ada 4 prinsip yang harus dijalankan agar manajemen yang dimpimpinnya berjalan dan berfungsi dengan baik yaitu:

1. Komitmen dan Ketegasan

Komitmen ditujukan kepada kesanggupan kepala sekolah dalam memajukan lembaganya. Guru, staf administrasi anak didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat harus turut mendukungnya. Mereka harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak sesuai dengan tugas masing-masing. Seorang kepala sekolah sebagai pemimpin paud juga harus memiliki ketegasan terhadap semua komponen manajemen yang dikelolanya.

2. Profesionalisme

Profesionalitas berkaitan dengan kedisiplinan menjalankan lembaga sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Lembaga paud yang dikelola dengan profesional akan lebih unggul dan tampak lebih rapi, disiplin, teratur, dan jelas dalam melaksanakan program.

3. Komunikasi dan Koordinasi

Dalam sebuah lembaga paud pasti melibatkan banyak komponen sumber daya manusia, tugas pengelola paud (kepala sekolah) adalah mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan program yang sedang berjalan sehingga program terlaksana sesuai harapan dengan hasil yang efektif dan efisien.

Tanpa komunikasi dan koordinasi, manajemen sebaik apapun tidak akan berhasil menjalankan roda kelembagaan paud, karena akan memunculkan sikap lempar tanggung jawab, menghindari beban pekerjaan antar personel.

4. Kompetisi

Seorang kepala sekolah yang baik harus membebaskan guru-guru dalam mendidik anak-anak tanpa campur tangan yang dapat mengganggu seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Caranya adalah dengan memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman) guna menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

Dengan adanya iklim kompetisi yang sehat dengan cara pemberian hadiah / penghargaan bagi guru yang berprestasi dibidang tertentu, pernah menjuarai lomba pembuatan ape tingka provinsi misalnya, maka guru tersebut harus mendapatkan penghargaan dari sekolah. Hal ini akan menjadi penyemangat motivasi guru lain untuk dapat memacu diri mereka agar lebih baik dan hasilnya adalah paud yang ayah bunda pimpin akan maju.

 

 


 

Fungsi Manajemen PAUD

Dengan adanya manajemen paud, akan mempermudah bagi pengelola atau kepala paud untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan.

1. Perencanaan

Perencanaan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini sudah dituangkan ke dalam visi misi lembaga, dan strategi untuk mencapai tujuannya. Usahakan dalam membuat perencanaan dilengkapi dengan tabel penjadwalan (time schedule) kapan program mulai dan selesai. Perencanaan ini akan membuat program berjalan matang dan tepat waktu.

2. Pengorganisasian

Selain perencanaan yang matang, hal yang tidak kalah penting dalam keberhasilan program paud adalah pengorganisasian. Bagilah tugas secara profesional sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing sumber daya individu yang ada.

Dengan adanya manajemen paud, pengorganisasian akan dapat dilakukan dengan mudah karena komponen paud yang di dalamnya terdapat sumber daya dapat bekerja bersama-sama membentuk sebuah sistem untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Kepemimpinan

Seorang pengelola paud tidak boleh disibukkan dengan perkerjaan intern lembaga yang dipimpinyya. Ia harus melihat keluar mencari ide dan inspirasi baru agar paud yang dipimpinnya bisa maju. Pengelola paud juga harus mengajar di kelas dan tentu jam mengajarnya tidak sebanyak guru-guru lain karena ia juga harus tahu kondisi lapangan dengan instansi yang dipimpinnya sehingga ia mengetahui persis program yang bagaimana yang seharusnya dilaksanakan.

4. Pengawasan

Dengan adanya manajemen paud pengawasan akan menjadi lebih mudah karena pengelola paud akan membagi pekerjaan terhadap individu-individu yang terlibat guna mencapai tujuan. Sebuah rencana program harus diawasi / dikontrol / di supervisi yang tujuannya bukan untuk menilai baik atau buruk akan tetapi seorang kepala sekolah harus memberikan motivasi, arahan, dalam lebih mengoptimalkan lagi hasil kerja yang dicapai para individu.

Demikain pengertian manajemen paud lengkap dengan fungsi, tujuan dan ruang lingkupnya semoga menambah wawasan ayah bunda pengelola paud / kepala sekolah dalam memajukan lembaga yang dimpinnya. Semoga paud yang dikelola menjadi paud unggulan ya!

Pemberdayaan sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menigkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan anak usia dini. Anak akan memiliki keterampilan jika dibimbing oleh pembimbing yang cekatan dan tanggap lingkungan. Anak hidup disiplin, bersih dan tertib jika dibina oleh pendidik yang memiliki pola hidup teratur. Oleh karena itu, dibutuhkan kelembagaan, metode pembelajaran, kurikulum, keterampilan, dan pelatihan yang memadai, dan sinergis.

1.             Kelembagaan

Mengelola pendidikan merupakan mengelola sumber daya manusia yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan yang tepat untuk mengatur segala permasalahan manajemen pendidikan. Model manajemen yang baik adalah manajemen yang bersifat dinamis, progresif, dan memiliki unsur pemberdayaan dan penguatan. Salah satu model manajemen yang dapat dilakukan adalah manajemen partisipatif yang mengedepankan kolektivitas, teamwork, solidaritas, kohesivitas, dan kualitas kinerja. Perencanaan dalam manajemen partisipatif adalah perencanaan yang melibatkan semua pihak dalam kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pemanfaatan program yang direncanakan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menjalankan PAUD. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a)     Adanya iklim yang sehat

Organisasi merupakan kerja sama antara antar dua orang atau lebih sehingga keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja sama dari beberapa orang bukan merupakan hasil kerja pribadi.

b)     Keadilan bagi pendidik

Pendidik hendaknya diperlakukan secara adil. Jika tidak, pendidik yang merasa diperlakukan tidak adil akan menimbulkan kinerja yang menurun.

c)      Penghargaan terhadap kinerja pendidik

Penghargaan yang diberikan kepada pendidik tidak hanya berupa materi. Penghargaan dapat diberikan dengan pujian atau peningkatan jabatan.

Dalam menata PAUD diperlukan adanya perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengendalian (controlling) yang disingkat menjadi POAC.

Manajemen umum lembaga atau satuan PAUD menurut Linatussophy (2008) merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan anak usia dini pada jalur nonformal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Penyelenggaraan satuan PAUD dapat dilaksanakan oleh lembaga baik swasta, pemerintah, organisasi masyarakat, maupun perorangan yang memiliki kepedulian terhadap PAUD. Setiap penyelenggaraan program PAUD baik lembaga maupun perorangan harus memperoleh izin pendirian dari Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota atau instansi lain yang ditunjuk oleh pemerintah Daerah setempat. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan izin penyelenggaraan PAUD adalah sebagai berikut:

1)      Surat permohonan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Cq KaBid PLSPO yang diketahui oleh lurah, camat, dan pemilik PLS kecamatan.

2)     Akta notaris pendirian yayasan.

3)     Bentuk dan nama lembaga.

4)     Visi dan misi lembaga.

5)     Program kegiatan mengajar.

6)     Sarana dan prasarana

7)     Data Keterangan yang berisi:

-       Data pengelola, pendidik, pengasuh (fotokopi SK pengangkatan, ijazah terakhir, dan jumlah jam mengajar)

-       Data peserta didik

-       Denah lokasi

-       Surat Keterangan Kepemilikan Bangunan

-       Surat izin lingkungan diketahui RT/Kadus/Lurah

-       Struktur Organisasi

Masa berlaku izin penyelenggaraan PAUD adalah 3 tahun sejak tanggal diterbitkannya SK, atau disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh dinas terkait. Pengelolaan lembaga menitikberatkan pada empat komponen yaitu pengelolaan tenaga kerja, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, sarana prasarana dan pengelolaan uang.

 

2.            Tenaga pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pengelolaan atas tenaga kerja berorientasi pada pembangunan pendidikan. Pendidik PAUD sebagai sumber belajar merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan program PAUD. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat 6 disebutkan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator.

Tenaga pendidik menurut Dedi Supriyadi (1999: 176) menyatakan bahwa tenaga pendidik PAUD disiapkan secara profesional yaitu paling tidak memiliki tiga unsur yaitu:

1)   Pendidikan yang memadai, disiapkan secra khusus melalui lembaga pendidikan dengan kualifikasi tertentu.

2) Keahlian dalam bidangnya.

3) Komitmen dalam tugasnya.

 

3.            Peserta didik

Pengelolaan peserta didik menurut Hendayat Soetopo dan Wanty Soemanto (1982) merupakan penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik yaitu mulai masuknya peserta didik dari suatu sekolah atau suatu lembaga.

Pengelolaan peserta didik tidak hanya berupa pendataan atau pencatatan tetapi juga meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat dipergunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah

 

4.            Sarana Prasarana

Prasarana pendidikan merupakan bangunan sekolah dan alat perabot sekolah yang berperan dalam proses belajar mengajar walaupun secara tidak langsung. Manajemen sarana prasarana meliputi:

-         Penentuan kebutuhan

Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau untuk fasilitas yang lain lebih dahulu melihat kekayaan yang ada, selanjutnya tentukan sarana yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah.

-         Proses pengadaan

Pengadaan sarana pendidikan dapat diperoleh dengan beberapa jalan yang bisa ditempuh yaitu:

Pembelian dengan biaya dari pemerintah, pembelian dengan biaya SPP, bantuan dari BP3 atau komite sekolah, bantuan dari masyarakat lainnya.

-         Pemakaian

Pemakaian alat perlengkapan dapat dibedakan menjadi barang habis pakai dan barang tidak habis pakai. Penggunaan barang habis pakai harus digunakan secara maksimal dan dipertanggungjawabkan pada tiap triwulan. Sedangkan penggunaan barang tidak habis pakai tetap dipergunakan setahun sekali sehingga diperlukan adanya pemeliharaan dan barang-barang tersebut dengan barang iventaris

-         Pencatatan

Keperluan pengurusan dan pencatatan disediakan instrumen administrasi berupa buku iventaris, buku pembelian, buku penghapusan, kartu barang, pertangungjawaban. Penggunaan barang iventaris sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan penggunaan barang yang ditujukan kepada instansi atasan.

 

5.            Manajemen Keuangan

Setiap unit kerja selalu dihubungkan dengan keuangan, demikian pula dengan sekolah. Sumber keuangan pendidikan berasal dari:

a.             Anggaran negara

-        Anggaran rutin

-        Anggaran pembangunan

b.             Dana Masyarakat

-        Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SDP)

-        Iuran BP3 /Komite Sekolah

-        Bantuan atau hibah

-        Sumber-sumber lain yang sah sesuai dengan aturan.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar