Mata kuliah
kali ini merupakan mata kuliah tingkat atas artinya yang berhubungan dengan
Management atau pengaturan. Jika semester satu kita disajikan dengan Matakuliah
Pengantar sekarang lain bahasannya, ditingkat managerial. Baiklah, walaupun
agak telat penyajiannya saya konsisten malam ini harus ada hasil yang dicapai. Sebagai
pembimbing atau guru bisa juga disebut pendidik bagi anak-anak pastinya kita
disekolah ingin selalu berubah apalagi manusia pasti punya ambisi. Mungkin ambisi
dari hari kehari akan selalu berubah, karena kita selalu berfikir secara
lahiriah saja. Sa’at ini mungkin keinginannya hanya jadi seorang pendidik besok
bisa jadi berubah ingin jadi kepala pendidik atau kepala sekolah bahkan ingin
jadi ketua diLembaga pendidikan. Nah untuk itu kita wajib mempunyai bekal
Matakuliah yang saya ampu ini, karena diwilayah kita terutama Zona 4 Pandeglang
sangat besar peluang untuk pengembangan Pendidikan khususnya Penidikan Dasar
Apa fungsi dan
pengertian manajemen paud dalam membentuk sekolah menjadi paud unggulan? Lalu
apa yang menjadi prinsip dan tujuan manajemen tk, kb, tpa, dan sps? Serta tata
kelola apa saja yang menjadi ruang lingkup manajemen lembaga paud ini yuk
kita simak tulisan ini.
Pengertian
Manajemen PAUD
Kata manajemen
berasal dari bahasa inggris management (kata dasarnya manage =
mengelola), jadi manajemen memiliki arti pengelolaan, pengarahan, pengaturan
yang ada di dalam sebuah lembaga. Dengan demikian pengertian manajemen paud
adalah suatu upaya mengelola, mengatur, dan atau mengarahkan proses interaksi
edukatif antara peserta didik, guru, dan lingkungan secara teratur, terencana,
dan tersistem untuk mencapai tujuan pendidikan anak usia dini.
Ruang
Lingkup Manajemen PAUD
Dalam
manajemen paud, ada banyak hal yang harus dikelola mulai dari awal pendirian
sekolah, tata kelola, hingga pada pengembangan sekolah paud. Ruang lingkup
manajemen paud meliputi apa yang dikelola, bagaimana caranya, bagaimana
merencanakannya, dan kemana manajemen paud akan diarahkan. Untuk melengkapi
bahasan ini, pada kesempatan berikutnya kami akan berikan materi berupa:
- Manajemen Kurikulum PAUD;
- Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan paud;
- Manajemen anak didik di
lembaga paud;
- Manajemen sarana dan prasarana
paud;
- Manajemen desain lingkungan
paud;
- Manajemen proses, input, dan
output paud;
- Manajemen pengawasan /
supervisi paud;
Tujuan
Manajemen PAUD
Manajemen paud
bertujuan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan
efisien. Kunci keberhasilan manajemen sekolah paud dilihat dari dua hal
tersebut, penjelasannya:
1.
Efektif
Efektif dalam
manajemen paud dapat diartikan sebagai indikasi terlaksananya semua program
paud secara tepat serta melibatkan seluruh komponen lembaga paud tersebut.
2.
Efisien
Sedangkan
efisien berkaitan dengan efisiensi atau penghematan yaitu program paud terlaksana
dengan sumber daya seminimal mungkin. Dalam prakteknya secara nyata di sekolah,
manajemen paud yang efektif dan efisien tidak mudah diimplementasikan secara
operasional, sebab pengertian efektif dan efisien ini terlalu akademis dan agak
sulit dijabarkan ke dalam kongkret.
Inti efektif
dan efisien dalam manajemen paud sering dikaitkan dengan pengambilan cara atau
keputusan yang tepat dan pemberdayaan seluruh komponen paud yang ada untuk
mencapai tujuan semaksimal mungkin. Untuk memahami konsep efektif dan efisien
kami berikan contoh berikut:
Dalam rangka
menyediakan alat permainan edukatif, sekolah tidak perlu membeli APE yang
beredar di pasaran baik yang murah atau mahal karena manajemen sekolah dapat
melibatkan guru dan peserta didik -termasuk orang tua anak- untuk bisa
dilibatkan membuat alat permainan sendiri dengan menggunakan bahan yang ada di
sekitar lingkungan misalnya kardus bekas, tangkai buah, kertas, daun kering,
dll yang tentunya ape buatan sendiri lebih murah jika dibanding ape dari hasil membeli.
Nah, nilai
efektif dan efisien sudah ada pada contoh di atas karena kita tahu manfaat ape
adalah untuk menstimulasi perkembangan anak. Dari segi manfaat yang dikatakan
sama dan dengan pengeluaran biaya untuk mendapatkannya lebih murah dari pada
ape buatan pabrik, maka bisa dikatakan membuat ape paud yang melibatkan guru
dan anak didik dalam membantu menstimulasi anak dikatakan efektif dan efisien
(manfaatnya dapat, hematnya dapat).
Prinsip
Manajemen PAUD
Manajemen paud
biasanya dilakukan oleh kepala sekolah atau disebut pengelola paud, ada 4
prinsip yang harus dijalankan agar manajemen yang dimpimpinnya berjalan dan
berfungsi dengan baik yaitu:
1.
Komitmen dan Ketegasan
Komitmen
ditujukan kepada kesanggupan kepala sekolah dalam memajukan lembaganya. Guru,
staf administrasi anak didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat harus turut
mendukungnya. Mereka harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengoptimalkan
tumbuh kembang anak sesuai dengan tugas masing-masing. Seorang kepala
sekolah sebagai pemimpin paud juga harus memiliki ketegasan terhadap semua
komponen manajemen yang dikelolanya.
2.
Profesionalisme
Profesionalitas
berkaitan dengan kedisiplinan menjalankan lembaga sesuai dengan standar
prosedur yang berlaku. Lembaga paud yang dikelola dengan profesional akan lebih
unggul dan tampak lebih rapi, disiplin, teratur, dan jelas dalam melaksanakan
program.
3.
Komunikasi dan Koordinasi
Dalam sebuah
lembaga paud pasti melibatkan banyak komponen sumber daya manusia, tugas
pengelola paud (kepala sekolah) adalah mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan
program yang sedang berjalan sehingga program terlaksana sesuai harapan dengan
hasil yang efektif dan efisien.
Tanpa
komunikasi dan koordinasi, manajemen sebaik apapun tidak akan berhasil
menjalankan roda kelembagaan paud, karena akan memunculkan sikap lempar
tanggung jawab, menghindari beban pekerjaan antar personel.
4.
Kompetisi
Seorang kepala
sekolah yang baik harus membebaskan guru-guru dalam mendidik anak-anak tanpa
campur tangan yang dapat mengganggu seorang guru dalam menjalankan tugasnya.
Caranya adalah dengan memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman)
guna menciptakan iklim kompetisi yang sehat.
Dengan adanya
iklim kompetisi yang sehat dengan cara pemberian hadiah / penghargaan bagi guru
yang berprestasi dibidang tertentu, pernah menjuarai lomba pembuatan ape tingka
provinsi misalnya, maka guru tersebut harus mendapatkan penghargaan dari
sekolah. Hal ini akan menjadi penyemangat motivasi guru lain untuk dapat memacu
diri mereka agar lebih baik dan hasilnya adalah paud yang ayah bunda pimpin
akan maju.
Fungsi
Manajemen PAUD
Dengan adanya
manajemen paud, akan mempermudah bagi pengelola atau kepala paud untuk
melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan.
1.
Perencanaan
Perencanaan
dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini sudah dituangkan ke dalam visi
misi lembaga, dan strategi untuk mencapai tujuannya. Usahakan dalam membuat
perencanaan dilengkapi dengan tabel penjadwalan (time schedule) kapan
program mulai dan selesai. Perencanaan ini akan membuat program berjalan matang
dan tepat waktu.
2.
Pengorganisasian
Selain
perencanaan yang matang, hal yang tidak kalah penting dalam keberhasilan
program paud adalah pengorganisasian. Bagilah tugas secara profesional sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing sumber daya individu yang ada.
Dengan adanya
manajemen paud, pengorganisasian akan dapat dilakukan dengan mudah karena
komponen paud yang di dalamnya terdapat sumber daya dapat bekerja bersama-sama
membentuk sebuah sistem untuk mencapai tujuan tertentu.
3.
Kepemimpinan
Seorang
pengelola paud tidak boleh disibukkan dengan perkerjaan intern lembaga yang
dipimpinyya. Ia harus melihat keluar mencari ide dan inspirasi baru agar paud
yang dipimpinnya bisa maju. Pengelola paud juga harus mengajar di kelas dan tentu
jam mengajarnya tidak sebanyak guru-guru lain karena ia juga harus tahu kondisi
lapangan dengan instansi yang dipimpinnya sehingga ia mengetahui persis program
yang bagaimana yang seharusnya dilaksanakan.
4.
Pengawasan
Dengan adanya
manajemen paud pengawasan akan menjadi lebih mudah karena pengelola paud akan
membagi pekerjaan terhadap individu-individu yang terlibat guna mencapai
tujuan. Sebuah rencana program harus diawasi / dikontrol / di supervisi yang
tujuannya bukan untuk menilai baik atau buruk akan tetapi seorang kepala
sekolah harus memberikan motivasi, arahan, dalam lebih mengoptimalkan lagi
hasil kerja yang dicapai para individu.
Demikain
pengertian manajemen paud lengkap dengan fungsi, tujuan dan ruang lingkupnya
semoga menambah wawasan ayah bunda pengelola paud / kepala sekolah dalam
memajukan lembaga yang dimpinnya. Semoga paud yang dikelola menjadi paud
unggulan ya!
Pemberdayaan sumber
daya manusia merupakan kunci utama dalam menigkatkan dan mengembangkan kualitas
pendidikan anak usia dini. Anak akan memiliki keterampilan jika dibimbing oleh
pembimbing yang cekatan dan tanggap lingkungan. Anak hidup disiplin, bersih dan
tertib jika dibina oleh pendidik yang memiliki pola hidup teratur. Oleh karena
itu, dibutuhkan kelembagaan, metode pembelajaran, kurikulum, keterampilan, dan
pelatihan yang memadai, dan sinergis.
1. Kelembagaan
Mengelola pendidikan merupakan mengelola
sumber daya manusia yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena
itu dibutuhkan pengelolaan yang tepat untuk mengatur segala permasalahan
manajemen pendidikan. Model manajemen yang baik adalah manajemen yang bersifat
dinamis, progresif, dan memiliki unsur pemberdayaan dan penguatan. Salah satu
model manajemen yang dapat dilakukan adalah manajemen partisipatif yang
mengedepankan kolektivitas, teamwork, solidaritas, kohesivitas, dan
kualitas kinerja. Perencanaan dalam manajemen partisipatif adalah perencanaan
yang melibatkan semua pihak dalam kegiatan, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi, hingga pemanfaatan program yang direncanakan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
ketika menjalankan PAUD. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a) Adanya
iklim yang sehat
Organisasi merupakan kerja sama antara
antar dua orang atau lebih sehingga keberhasilan organisasi merupakan hasil
kerja sama dari beberapa orang bukan merupakan hasil kerja pribadi.
b) Keadilan
bagi pendidik
Pendidik hendaknya diperlakukan secara
adil. Jika tidak, pendidik yang merasa diperlakukan tidak adil akan menimbulkan
kinerja yang menurun.
c) Penghargaan
terhadap kinerja pendidik
Penghargaan yang diberikan kepada pendidik
tidak hanya berupa materi. Penghargaan dapat diberikan dengan pujian atau
peningkatan jabatan.
Dalam menata PAUD diperlukan adanya
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengendalian (controlling) yang
disingkat menjadi POAC.
Manajemen umum lembaga atau satuan PAUD
menurut Linatussophy (2008) merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan anak
usia dini pada jalur nonformal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil
belajar. Penyelenggaraan satuan PAUD dapat dilaksanakan oleh lembaga baik
swasta, pemerintah, organisasi masyarakat, maupun perorangan yang memiliki
kepedulian terhadap PAUD. Setiap penyelenggaraan program PAUD baik lembaga
maupun perorangan harus memperoleh izin pendirian dari Dinas Pendidikan
Kabupaten / Kota atau instansi lain yang ditunjuk oleh pemerintah Daerah
setempat. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan izin
penyelenggaraan PAUD adalah sebagai berikut:
1) Surat
permohonan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Cq KaBid PLSPO yang
diketahui oleh lurah, camat, dan pemilik PLS kecamatan.
2) Akta
notaris pendirian yayasan.
3) Bentuk
dan nama lembaga.
4) Visi
dan misi lembaga.
5) Program
kegiatan mengajar.
6) Sarana
dan prasarana
7) Data
Keterangan yang berisi:
- Data
pengelola, pendidik, pengasuh (fotokopi SK pengangkatan, ijazah terakhir, dan
jumlah jam mengajar)
- Data
peserta didik
- Denah
lokasi
- Surat
Keterangan Kepemilikan Bangunan
- Surat
izin lingkungan diketahui RT/Kadus/Lurah
- Struktur
Organisasi
Masa berlaku izin penyelenggaraan PAUD
adalah 3 tahun sejak tanggal diterbitkannya SK, atau disesuaikan dengan
kebijakan yang ditetapkan oleh dinas terkait. Pengelolaan lembaga
menitikberatkan pada empat komponen yaitu pengelolaan tenaga kerja, pendidik
dan tenaga kependidikan, peserta didik, sarana prasarana dan pengelolaan uang.
2. Tenaga
pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pengelolaan atas tenaga kerja berorientasi
pada pembangunan pendidikan. Pendidik PAUD sebagai sumber belajar merupakan
salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan program PAUD. Dalam
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat 6 disebutkan bahwa pendidik
adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,
pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator.
Tenaga pendidik menurut Dedi Supriyadi
(1999: 176) menyatakan bahwa tenaga pendidik PAUD disiapkan secara profesional
yaitu paling tidak memiliki tiga unsur yaitu:
1) Pendidikan yang
memadai, disiapkan secra khusus melalui lembaga pendidikan dengan kualifikasi
tertentu.
2) Keahlian dalam bidangnya.
3) Komitmen dalam tugasnya.
3. Peserta
didik
Pengelolaan peserta didik menurut Hendayat
Soetopo dan Wanty Soemanto (1982) merupakan penataan atau pengaturan segala
aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik yaitu mulai masuknya peserta
didik dari suatu sekolah atau suatu lembaga.
Pengelolaan peserta didik tidak hanya
berupa pendataan atau pencatatan tetapi juga meliputi aspek yang lebih luas
yang secara operasional dapat dipergunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah
4. Sarana
Prasarana
Prasarana pendidikan merupakan bangunan
sekolah dan alat perabot sekolah yang berperan dalam proses belajar mengajar
walaupun secara tidak langsung. Manajemen sarana prasarana meliputi:
- Penentuan
kebutuhan
Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau
untuk fasilitas yang lain lebih dahulu melihat kekayaan yang ada, selanjutnya
tentukan sarana yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah.
- Proses
pengadaan
Pengadaan sarana pendidikan dapat
diperoleh dengan beberapa jalan yang bisa ditempuh yaitu:
Pembelian dengan biaya dari pemerintah,
pembelian dengan biaya SPP, bantuan dari BP3 atau komite sekolah, bantuan dari
masyarakat lainnya.
- Pemakaian
Pemakaian alat perlengkapan dapat dibedakan
menjadi barang habis pakai dan barang tidak habis pakai. Penggunaan barang
habis pakai harus digunakan secara maksimal dan dipertanggungjawabkan pada tiap
triwulan. Sedangkan penggunaan barang tidak habis pakai tetap dipergunakan
setahun sekali sehingga diperlukan adanya pemeliharaan dan barang-barang
tersebut dengan barang iventaris
- Pencatatan
Keperluan pengurusan dan pencatatan
disediakan instrumen administrasi berupa buku iventaris, buku pembelian, buku
penghapusan, kartu barang, pertangungjawaban. Penggunaan barang iventaris
sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan penggunaan barang yang
ditujukan kepada instansi atasan.
5. Manajemen
Keuangan
Setiap unit kerja selalu dihubungkan
dengan keuangan, demikian pula dengan sekolah. Sumber keuangan pendidikan
berasal dari:
a. Anggaran
negara
- Anggaran
rutin
- Anggaran
pembangunan
b. Dana
Masyarakat
- Sumbangan
Pembinaan Pendidikan (SDP)
- Iuran
BP3 /Komite Sekolah
- Bantuan
atau hibah
- Sumber-sumber
lain yang sah sesuai dengan aturan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar