Sebelumnya
sudah disampaikan secara lisan mengenai arti dari pendidikan. Apakah itu
pendidikan dan apa tujuan dari pendidikan ?
Pengertian pendidikan adalah proses pengubahan
sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan
mendidik.
Ketika berbicara tentang pendidikan orang akan cenderung memikirkan tentang
sekolah ataupun perguruan tinggi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan merupakan proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan
mendidik .
Mengenai definisi pendidikan, banyak
sekali ahli yang berusaha menjelaskannya, beberapa dari mereka seperti:
§ Ki Hajar Dewantara
Pendidikan
adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta
didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
§ Carter V Good
Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan
perilaku bermasyarakat.
§ Martinus Jan Langeveld
Pendidikan
adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri
supaya dapat bertanggung jawab secara susila.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan
negara.
Lantas
Tujuannya apa ?
Berdasarkan
Undang-Undang Republik Indonesia, secara umum tujuan dari pendidikan indonesia
adalah untuk mencerdaskan manusia Indonesia.
Melalui pendidikan
manusia diharapkan agar menjadi berilmu pengetahuan, kreativitas, sehat jasmani
dan rohani, kepribadian yang baik, mandiri, dan bertanggungjawab.
Pendidikan Anak
Memberi
pendidikan yang layak bagi anak sangat krusial untuk mendukung tumbuh
kembangnya di segala bidang. Apa sih pentingnya pendidikan
bagi anak? Mengapa orangtua sangat dianjurkan untuk memilihkan institusi
pendidikan yang baik bagi Si Kecil?
Pendidikan anak dapat dimulai sejak usia dini lewat
lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada
PAUD, anak yang berusia kurang dari 6 tahun bukan diberi materi pelajaran
seperti murid Sekolah Dasar (SD) atau jenjang yang lebih tinggi, melainkan
berupa rangsangan atau stimulus untuk mendukung tumbuh kembangnya secara
optimal.Prinsip pendidikan usia dini ini sendiri sudah diatur melalui Peraturan
Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini
Holistik-Integratif. Perpres tersebut menekankan pentingnya pendidikan sehingga
harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari orangtua hingga
masyarakat.
Apa pentingnya pendidikan untuk anak?
Menanamkan pentingnya pendidikan pada anak sangat
krusial untuk dimulai sejak dini. Lewat pendidikan, anak hingga lingkungan akan
mendapatkan manfaat, seperti:
1. Menjadi fondasi masa depan anak
Pendidikan yang baik bertindak seperti pondasi pada
diri anak yang akan membentuk masa depan cerahnya. Lewat pendidikan, anak akan
belajar mengolah kemampuan kognitif sekaligus sosialnya
dan mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
2. Membangun karakter anak
Pendidikan bukan hanya melulu berkutat pada
pelajaran sesuai kurikulum, seperti matematika atau sejarah, namun juga pembangunan karakter anak. Dengan pendidikan
yang layak, anak akan dilatih untuk memiliki kepribadian yang baik sesuai yang
diharapkan oleh orangtua atau bahkan negara.
3. Memaksimalkan potensi
Setiap anak memiliki potensi atau karakternya
masing-masing yang dapat dimaksimalkan melalui sarana pendidikan yang tepat.
Anak yang mendapat pendidikan sejak dini berpeluang untuk hidup dengan lebih
mandiri sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
4. Meningkatkan taraf hidup
Lewat pendidikan, anak akan memiliki kesempatan di
masa depan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dibanding saat ini.
Pentingnya pendidikan tersebut mungkin tidak akan bisa dilihat dalam waktu
dekat, namun harus menjadi salah satu pertimbangan orangtua saat memilihkan
jalur pendidikan untuk Si Kecil.
5. Mengurangi angka kejahatan
Sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat
menyatakan anak yang teredukasi dengan baik memiliki kemungkinan lebih kecil
untuk melakukan tindak kriminal dan masuk penjara. Sebaliknya, persentase
kriminalitas semakin tinggi jika anak tidak sekolah atau putus sekolah sebelum
lulus SMA.Di Indonesia sendiri, pemerintah mewajibkan anak belajar selama 12
tahun yang dimulai sejak tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga menengah
(SMA). Untuk mendukung hal ini, pemerintah pun menggulirkan sejumlah program,
salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP).
Kunci keberhasilan pendidikan anak
Setelah mengetahui pentingnya pendidikan anak, Anda
juga harus memahami aspek yang mendukung keberhasilan tersebut. Memilihkan
sekolah yang bagus saja tidak cukup karena kesuksesan pendidikan anak sangat
bergantung pada setidaknya tiga aspek, yaitu:
1. Peran orangtua
Orangtua biasanya adalah guru pertama anak sebelum
ia masuk ke lembaga PAUD manapun, orangtua pula yang memutuskan anak akan masuk
lembaga pendidikan yang baik. Saat anak sudah masuk ke sekolah, orangtua juga
harus terus memantau perkembangan anak dengan terus
menjalin komunikasi yang baik dengan sekolah.
2. Efektivitas sekolah
Tidak dipungkiri bahwa sekolah memainkan peran besar
pada pentingnya pendidikan anak. Di sekolah, anak akan belajar banyak hal,
seperti disiplin, kemampuan sosial, hingga mengontrol emosi. Sekolah yang baik juga
akan selalu berusaha melibatkan orangtua dan komunitas dalam sistem belajar-mengajarnya
sehingga tidak terkesan menutup diri.
3. Karakter guru
Pentingnya pendidikan anak juga dipengaruhi oleh
karakter guru yang akan bertindak sebagai pengasuh, pengajar, sekaligus role
model bagi anak, setidaknya selama berada di sekolah.Dengan bantuan
guru pula anak akan belajar empati, saling menghargai, maupun sikap religius.
Oleh karena itu, guru sangat disarankan untuk melihat anak sebagai individu
dengan karakter berbeda agar potensi anak juga dapat tergali maksimal.Memahami
pentingnya pendidikan sangat perlu bagi orangtua yang tidak ingin melewatkan
usia keemasan (0-6 tahun) anak dengan hal-hal yang kurang berguna. Pasalnya di
saat inilah perkembangan otak anak sangat pesat sehingga bisa dengan cepat
menyerap segala jenis pembelajaran yang diberikan padanya.
4. Lingkungan
Salah satu yang membentuk karakter anak mulai dari bahasa,gaya hidup, pola berfikir dan berbagai karakter anak yang sedang berkembang mencari tahu adalah LINGKUNGAN SEKITAR, dari lingkungan segalanya cepat berubah. Mulai dari lingkungan Keluarga sampai lingkungan dimana mereka bergaul. Contoh Lingkungan kita didaerah Cibaliung akan sangat berbeda dengan lingkungan diperkotaan Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar